Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang 2 Hal

Dalam hidup yang nggak serba mulus ini, gue mendapatkan banyak pelajaran. Dan pelajaran paling penting adalah bersyukur. Iya, beberapa waktu lalu, gue dihadapkan dengan cerita seorang teman yang kebingungan untuk menentukan arah langkah. Gimana nggak? Masa depan memang harus dipersiapkan, nggak bisa dianggap enteng, walaupun bukan lantas menjadi ribet atau banyak mikir. Mau pilih A, takut salah pilih. Mau pilih B, banyak yang komen kalau nanti ilmunya nggak bakalan terpakai. Padahal, yang namanya ilmu itu nggak ada yang sia-sia. Nggak cuma itu, ada juga seorang teman yang kebingungan memilih antara 2 pilihan dengan masalah yang berbeda. Kalau dia pilih A, nggak direstui sama kakak perempuan dan juga emaknya. Bukan tanpa alasan, tapi itu karena faktor ekonomi. Sementara kalau dia pilih B, dia nggak yakin-yakin amat buat melangkah di jalur itu. She has a dream to make her mother proud of her. Her mom said that she whould be grateful if one of her daughters become a bachelor. And my fr...

Sekadar Curhat

Okay, this is my second post in 2020. After a long time I'm not wrote something here, cause so many things passed me by, I feel that I have to take a rest for a moment. Lama banget rasanya ninggalin blog ini, apalagi blog sebelah yang udah kayak nggak keurus. Serius, belum kepikiran lagi buat nulis soal hati. Sebenarnya, gue tetap menulis. Selama self quarantine ini kegiatan gue tuh kalau nggak nonton film, ya nulis. Walaupun nggak ada tulisan yang diposting sih. Apalagi fanfict di wattpad, cukup untuk konsumsi receh pribadi aja. Karena kebetulan gue receh, jadi ya walaupun tulisan FF gue garing, tetap aja ketawa-ketawa. Nggak paham sih kenapa bisa begitu. Gue juga bingung. Oh iya, selain kedua kegiatan tadi, ada kegiatan lain yang emang selalu berhasil bikin gue jatuh cinta. Rebahan. Siapa sih yang nggak suka rebahan? Pasti pada suka kan ya:) Gue ngerasa, selama di rumah aja tuh jadi makin kebo, makin males mandi, bahkan sampai seharian nggak mandi sama sekali, tapi sikat gi...

KENAPA SIH?

Bingung nggak sih kalau ada yang nanya soal masa depan? Gue pribadi sih bingung. Bingung bukan karena gue nggak punya rencana. Tapi ya bingung aja; kasih tau nggak ya? Secara, rencana gue tuh nggak perlu diketahui oleh orang banyak. Ya karena buat apa? Peduli aja nggak. Jujur, gue agak sensi kalau udah ngebahas soal masa depan dengan banyak orang. Karena ketika ngobrolin hal itu, mereka seolah mengelompokkan orang - orang yang mereka prediksi bakalan jadi orang sukses dari segi duniawi. Gue sebel ketika ada orang yang bertanya terntang jurusan apa yang mau gue ambil di perguruan tinggi dan disambet dengan pertanyaan kedua; jurusan kayak gitu mau jadi apa?/ Emang gampang buat dapet kerja?/ Nanti kalau lulusan jurusan itu bakalan digaji berapa? Gede nggak? Coy, lo tuh kepo? Atau begimana sih? Ya kalau urusan gaji berapa, itu mah begimana perusahaan dan kinerja. Jurusan A atau B mana ngaruh, di mana - mana juga kalau lagi meniti karir ya dari 0. Mana ada yang begitu ngelamar langsu...

ON TIME (?)

Kayaknya kebanyakan orang – orang di kita jarang ya yang kayak gitu? Ketika lo diajak janji ketemuan di suatu tempat jam 11.00 tapi lo malah baru mandi jam 11.30 dan berangkat jam 13.00 karena alasan belom makan siang. Terus temen yang ngajak lo ketemuan ini udah nunggu di tempat selama 2 jam. Udah gitu dengan entengnya lo bilang; ‘ Padahal santai aja kali, nggak usah rusuh. ‘ GOD GIVE ME A PATIENCE:’) Ya menurut ngana aja. Janjian jam 11.00 tapi lo baru dateng jam 13.00 dan temen lo yang udah sabar nunggu lo selama 2 jam malah dibilang rusuh. WTH r u talking about? Emang sih, budaya ngaret di kita tuh kayaknya emang udah permanen, melekat kuat di sebagian manusianya yang nggak bisa menghargai waktu. Gue masih nggak paham tentang budaya yang bisa dibilang penyakit ini, malah makin lama mengidap orang banyak. Apa karena orang – orang nggak ngerti ya kalo diajak ketemuan jam segitu tuh ya berarti harus udah di tempat jam segitu juga? Ngaret nggak Cuma terjadi di teng...

JADI CEWEK

Pendidikan bagi wanita, khususnya di Indonesia, sering kali dianggap remeh atau bahkan tidak penting oleh kalangan masyarakat. Indonesia udah merdeka berpuluh-puluh tahun, dan zaman semakin maju, tapi sayang, kemajuan itu tidak gue rasakan pada manusianya. Terlihat dari masih nempelnya budaya patriarki yang sangat melekat dan bisa dibilang sebagai suatu cara pandang sosial yang tidak bisa dilepaskan dari setiap individunya. Agak sedih juga sih. Mengingat Negara ini masih saja menyandang status sebagai negara berkembang yang nyaris disebut negara miskin di dunia, tapi masih aja menganggap bahwa pendidikan tidaklah penting.?! Banyaknya perombakan terhadap undang-undang juga peraturan yang disahkan oleh parlemen baru, ternyata nggak lantas membuat perubahan yang begitu signifikan ke arah yang lebih baik. Balik lagi ke pendidikan. Menurut sumber yang gue baca; Women’s Rights , 1 dari 4 perempuan di dunia tidak mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Menengah Atas. Dan lagi, 1 ...

TENTANG BERISLAM

Menjadi seorang yang beragama ternyata memang memiliki banyak imbas positif. Baik itu kebaikan untuk konsumsi jasmani dan rohani. Gue setuju banget dengan pendapat tentang pentingnya menjadi taat. Karena memang pada dasarnya, kita sebagai manusia diciptakan untuk tunduk pada segala perintah illahi dan menjalankannya dengan ikhlas. Tanpa ada penyakit hati, seperti ria, sombong, dan lainnya. Menjadi orang yang taat bukan berarti menarik diri dari lingkungan sosial. Islam nggak pernah memberi perintah kepada umatnya untuk berhenti bersosialisasi, berhenti bermimpi, berhenti melihat dunia. Di negara kita, muslim adalah mayoritas. Tapi ada kepercayaan lain yang dipeluk oleh sesama warga di negeri ini. Indonesia tuh emang beragam. Entah itu beragam keyakinannya, beragam warna kulitnya, beragam bahasanya, dan beragam adatnya. Melihat betapa heterogennya negeri ini, udah seharusnya dong, bagi kita, sebagai warga negara untuk terus bertoleransi. Untuk menjadi sosok yang open minded , dan ti...

Tentang Komentar

Terkadang kelakuan manusia yang bisa dibilang nggak lucu berhasil bikin gue ketawa. Bukan karena gue menganggap orang itu melakukan sesuatu yang lucu, tapi justru karena orang itu melakukan hal yang menurut gue nggak perlu dilakukan. Maksudnya nggak perlu dilakukan tuh, ya, emang benar-benar dirasa nggak perlu aja. Salah satunya adalah mengkomentari hidup orang. Dari sekian banyaknya komentar yang berdatangan dari satu manusia ke manusia lain, ada satu komentar yang  paling menarik perhatian gue. Gue terfokus pada satu kata, bucin. Yang mana, komentar ini juga sering gue dapatkan. Pingin curhat aja sih, hehe. Jadi, akhir-akhir ini gue lagi suka banget bacain novel-novel yang bertemakan cinta. Bukan bermaksud untuk menjadi remaja alay yang selalu haus akan cinta monyet dan gombalan laki-laki. Tapi, karena gue suka bacanya. Menurut gue, bacain novel yang mengisahkan tentang perjalanan cinta seseorang, memang seru untuk dibaca. Gue suka bahasanya, gue juga terkagum-kagum dengan pemb...