Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

Dear, Me

San, tulisan ini sengaja dibuat sebagai pengingat untuk diri kamu. Diri kamu yang selalu dikurung oleh rasa takut. Meski begitu, aku tetap salut karena diri kamu selalu yakin sama pilihan kamu, segila apapun itu. Diri kamu nggak pernah mau nyerah sama keadaan. Dan yang lebih penting, diri kamu selalu percaya dengan maksud baik Tuhan dari segala hal pahit yang terjadi.  Sekarang, mungkin kamu masih belum menemukan titik terang tentang ke mana kamu akan membawa diri dan masa depan. Kamu masih nggak tau, harus milih jalan A atau B. Kamu masih bingung untuk lanjut di jalan yang sekarang lagi kamu jalanin atau pindah ke jalan baru yang lagi kamu usahakan. Semua itu emang nggak mudah, tapi aku tau kamu udah berusaha. Urusan hasilnya ... biar Tuhan aja yang tentuin. Dia lebih tau mana yang terbaik buat kamu.  San, aku tau kalau ketakutan terbesar kamu adalah tidak menjadi apa-apa di masa depan. Bahkan mungkin ketakutan itu semakin menjadi-jadi sekarang, ketika apa yang kamu jalani ng...

I don't know when to quit

Dulu, waktu belum dinyatakan lulus SBMPTN, gue mohon-mohon ke Tuhan supaya Dia mau meluluskan gue dalam seleksi. Biar gue keterima di PTN dan bisa kuliah tahun ini. Simple, sih, alasannya, biar biaya kuliahnya murah. Ya ... lo tau sendirilah betapa gilanya biaya kuliah swasta di Indonesia. Pengen jual ginjal aja rasanya. Balik lagi ke topik, gue mendapatkan hasil yang baik dan sesuai dengan apa yang gue butuhkan. Gue lulus. And now, here I'am. Menjadi seorang mahasiswa baru di universitas pilihan kedua gue.  Honestly, pas gue buka pengumuman SBMPTN dan dinyatakan lulus di pilihan kedua, gue sama sekali nggak ngerasa senang, bangga, apalagi sampai jingkrak-jingkrak. Iya, gue se-nggak senang itu. Alasannya cuma satu, sih, universitas pilihan kedua itu kurang prestis di mata gue.  Kesannya sombong nggak, sih? Menurut gue, sih, iya. Itu pemikiran sombong yang pernah gue punya. Nggak ada tuh kalimat lain yang keluar dari mulut gue selain " Alhamdulillah " dengan nada dan raut ...

Tentang Komentar

Terkadang kelakuan manusia yang bisa dibilang nggak lucu berhasil bikin gue ketawa. Bukan karena gue menganggap orang itu melakukan sesuatu yang lucu, tapi justru karena orang itu melakukan hal yang menurut gue nggak perlu dilakukan. Maksudnya nggak perlu dilakukan tuh, ya, emang benar-benar dirasa nggak perlu aja. Salah satunya adalah mengkomentari hidup orang. Dari sekian banyaknya komentar yang berdatangan dari satu manusia ke manusia lain, ada satu komentar yang  paling menarik perhatian gue. Gue terfokus pada satu kata, bucin. Yang mana, komentar ini juga sering gue dapatkan. Pingin curhat aja sih, hehe. Jadi, akhir-akhir ini gue lagi suka banget bacain novel-novel yang bertemakan cinta. Bukan bermaksud untuk menjadi remaja alay yang selalu haus akan cinta monyet dan gombalan laki-laki. Tapi, karena gue suka bacanya. Menurut gue, bacain novel yang mengisahkan tentang perjalanan cinta seseorang, memang seru untuk dibaca. Gue suka bahasanya, gue juga terkagum-kagum dengan pemb...