Langsung ke konten utama

Postingan

ON TIME (?)

Kayaknya kebanyakan orang – orang di kita jarang ya yang kayak gitu? Ketika lo diajak janji ketemuan di suatu tempat jam 11.00 tapi lo malah baru mandi jam 11.30 dan berangkat jam 13.00 karena alasan belom makan siang. Terus temen yang ngajak lo ketemuan ini udah nunggu di tempat selama 2 jam. Udah gitu dengan entengnya lo bilang; ‘ Padahal santai aja kali, nggak usah rusuh. ‘ GOD GIVE ME A PATIENCE:’) Ya menurut ngana aja. Janjian jam 11.00 tapi lo baru dateng jam 13.00 dan temen lo yang udah sabar nunggu lo selama 2 jam malah dibilang rusuh. WTH r u talking about? Emang sih, budaya ngaret di kita tuh kayaknya emang udah permanen, melekat kuat di sebagian manusianya yang nggak bisa menghargai waktu. Gue masih nggak paham tentang budaya yang bisa dibilang penyakit ini, malah makin lama mengidap orang banyak. Apa karena orang – orang nggak ngerti ya kalo diajak ketemuan jam segitu tuh ya berarti harus udah di tempat jam segitu juga? Ngaret nggak Cuma terjadi di teng...

JADI CEWEK

Pendidikan bagi wanita, khususnya di Indonesia, sering kali dianggap remeh atau bahkan tidak penting oleh kalangan masyarakat. Indonesia udah merdeka berpuluh-puluh tahun, dan zaman semakin maju, tapi sayang, kemajuan itu tidak gue rasakan pada manusianya. Terlihat dari masih nempelnya budaya patriarki yang sangat melekat dan bisa dibilang sebagai suatu cara pandang sosial yang tidak bisa dilepaskan dari setiap individunya. Agak sedih juga sih. Mengingat Negara ini masih saja menyandang status sebagai negara berkembang yang nyaris disebut negara miskin di dunia, tapi masih aja menganggap bahwa pendidikan tidaklah penting.?! Banyaknya perombakan terhadap undang-undang juga peraturan yang disahkan oleh parlemen baru, ternyata nggak lantas membuat perubahan yang begitu signifikan ke arah yang lebih baik. Balik lagi ke pendidikan. Menurut sumber yang gue baca; Women’s Rights , 1 dari 4 perempuan di dunia tidak mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Menengah Atas. Dan lagi, 1 ...

TENTANG BERISLAM

Menjadi seorang yang beragama ternyata memang memiliki banyak imbas positif. Baik itu kebaikan untuk konsumsi jasmani dan rohani. Gue setuju banget dengan pendapat tentang pentingnya menjadi taat. Karena memang pada dasarnya, kita sebagai manusia diciptakan untuk tunduk pada segala perintah illahi dan menjalankannya dengan ikhlas. Tanpa ada penyakit hati, seperti ria, sombong, dan lainnya. Menjadi orang yang taat bukan berarti menarik diri dari lingkungan sosial. Islam nggak pernah memberi perintah kepada umatnya untuk berhenti bersosialisasi, berhenti bermimpi, berhenti melihat dunia. Di negara kita, muslim adalah mayoritas. Tapi ada kepercayaan lain yang dipeluk oleh sesama warga di negeri ini. Indonesia tuh emang beragam. Entah itu beragam keyakinannya, beragam warna kulitnya, beragam bahasanya, dan beragam adatnya. Melihat betapa heterogennya negeri ini, udah seharusnya dong, bagi kita, sebagai warga negara untuk terus bertoleransi. Untuk menjadi sosok yang open minded , dan ti...

Tentang Komentar

Terkadang kelakuan manusia yang bisa dibilang nggak lucu berhasil bikin gue ketawa. Bukan karena gue menganggap orang itu melakukan sesuatu yang lucu, tapi justru karena orang itu melakukan hal yang menurut gue nggak perlu dilakukan. Maksudnya nggak perlu dilakukan tuh, ya, emang benar-benar dirasa nggak perlu aja. Salah satunya adalah mengkomentari hidup orang. Dari sekian banyaknya komentar yang berdatangan dari satu manusia ke manusia lain, ada satu komentar yang  paling menarik perhatian gue. Gue terfokus pada satu kata, bucin. Yang mana, komentar ini juga sering gue dapatkan. Pingin curhat aja sih, hehe. Jadi, akhir-akhir ini gue lagi suka banget bacain novel-novel yang bertemakan cinta. Bukan bermaksud untuk menjadi remaja alay yang selalu haus akan cinta monyet dan gombalan laki-laki. Tapi, karena gue suka bacanya. Menurut gue, bacain novel yang mengisahkan tentang perjalanan cinta seseorang, memang seru untuk dibaca. Gue suka bahasanya, gue juga terkagum-kagum dengan pemb...

KALAU CEWEK DOSA, COWOK JUGA DONG?

Kali ini gue pingin banget bahas soal dosa yang ditujukan kepada  seorang cewek yang bekerja, alias wanita karir. Soalnya, waktu itu, pas gue lagi asik-asiknya scrolling instagram, tiba-tiba gue nemu sebuah postingan yang isinya adalah tulisan tentang dosa-dosa cewek yang kerja di luar rumah, diantaranya; dosa karena menatap rekan kerja lawan jenis, dosa karena berjabat tangan dengan tamu atau sesama kolega, dan dosa karena posisi duduk si cewek yang berdekatan atau bersebelahan dengan rekan kerja cowok. Gue pas baca agak ngerasa bingung. Seketika hati gue seolah memprotes; Kok yang dosa cewek doang? Emang cowok nggak? Kenapa gue bilang seperti itu? Ya karena gue ngerasa heran, kenapa yang dicap dosa itu cuma cewek? Terus apa kabar dengan cowok yang udah  jadi suami? Tugas dia kan cari nafkah, dan yang namanya lingkungan kerja itu nggak bakalan jauh dari kegiatan-kegiatan di atas ( salaman, duduk bersebelahan, ngobrol sambil natap ). Kalau itu semua dosa, berarti ...

Kenapa Nggak Boleh?

Semakin bertambah usia, topik pembicaraan yang orang lain kasih ke gue juga makin naik level. Yang asalnya cuma nanya soal nilai hasil Ujian Nasional, sekarang jadi tentang rencana gue ke depan, khususnya setelah lulus dari SMK. Sebenarnya, masih ada pertanyaan umum yang dikasih, seperti; Kamu mau lanjut kuliah? atau langsung kerja? Dan pasti aku jawab; Ya kalau masuk PTN, kuliah. Tapi kalau nggak, kerja sambil kuliah. Terus ada lagi yang nanya; Mau banget kuliah, Neng? Dan gue jawab; Iya, pingin sampe S2, sih. Pada awalnya, emang nggak ada yang salah dengan orang-orang yang ngobrol tentang itu ke gue. Tapi makin sini, mulai ada tuh celetukan orang-orang; baik bapa-bapa, atau ibu-ibu, tua/muda , yang bilang; Ah, cewek mau gimana juga ujung-ujungnya cuma di dapur. Dan parahnya lagi ada yang menyatakan tentang betapa percumanya gue yang punya cita-cita untuk punya pendidikan Master di bidang yang udah gue tentuin. Ya gue kesel aja gitu, emangnya cewek nggak boleh ya punya cita-ci...

Mati Lampu

Beberapa waktu lalu, ada beberapa obrolan warga net yang bikin gue agak  gedek.   One of them is about  mati lampu yang waktu itu sempat jadi perbincangan karena listrik mati di beberapa wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa. Apa yang bikin gue  gedek ? Yaitu ketika gue lagi baca semua komentar di salah satu postingan yang membicarakan soal mati lampu dan topik listrik jadi bahan perdebatan, gue nemu satu komentar dari salah satu pengguna medsos yang bilang; “ Listrik itu adalah penemuan orang kafir! “. Ngeliat komentar macem gitu,  gue kayak;" Ya terus?  ". Gue nggak ngerti, kenapa dia kudu banget ngomong kalo listrik adalah penemuan ‘orang kafir’? lagian kalau dipikir-pikir, hal yang seharusnya dilakukan bukanlah mempermasalahkan tentang ‘siapa pencipta listrik’ itu. Bukan juga soal agama si orang yang menemukan energi listrik. Tapi ini tentang jasa. Ini bener-bener nggak masuk akal, masih ada manusia yang se-julid itu sama agama orang. Kalau boleh ...